Skip to content

1 Lot Saham Itu Berapa Lembar? Hitung Modal, Fraksi Harga, dan Biaya Transaksinya

T
Tim TeknikalID
29 Oktober 20266 menit baca
saham1 lotfraksi hargabiaya transaksipemulaBEI
Bagikan

Kesimpulan singkat

Satu lot saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berisi 100 lembar — aturan yang berlaku sejak 6 Januari 2014 dan masih berlaku saat artikel ini ditulis. Modal minimum untuk masuk sebuah saham = harga per lembar × 100. Dengan harga penutupan 28 Oktober 2026: satu lot GOTO hanya Rp2.400, satu lot BBRI Rp292.000, satu lot ICBP Rp577.500.

Tapi "berapa modal" baru setengah pertanyaan. Ada dua mekanik lain yang menentukan pengalaman transaksi Anda: harga saham hanya boleh bergerak kelipatan fraksi (Rp1 sampai Rp25, tergantung band harga), dan setiap putaran beli-jual dipotong biaya sekitar 0,15% saat beli + 0,25% saat jual. Gabungan ketiganya menjelaskan banyak hal yang membuat pemula heran: kenapa order bisa ditolak sistem, kenapa saham murah geraknya terasa "loncat-loncat", dan kenapa menjual di harga yang sama dengan harga beli tetap rugi.

1 lot = 100 lembar, sejak 2014

Dulu satu lot BEI berisi 500 lembar. Lewat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00071/BEI/11-2013, mulai 6 Januari 2014 satuan perdagangan (round lot) diubah menjadi 100 lembar — tujuannya menurunkan hambatan masuk investor ritel bermodal kecil. Perubahan itu terbukti besar dampaknya: satu lot saham bank blue chip yang dulu bisa Rp1,5 juta menjadi ratusan ribu rupiah.

Apakah akan berubah lagi? Juni 2025 lalu BEI membuka kajian dan survei publik soal penyesuaian lot size, menengok bursa London dan Korea Selatan yang sudah memperdagangkan saham per 1 lembar. Sampai artikel ini ditulis, kajian itu belum menghasilkan aturan baru — 1 lot di pasar reguler dan pasar tunai tetap 100 lembar. Satu catatan: di pasar negosiasi (untuk transaksi blok besar antar-pelaku pasar), saham memang diperdagangkan per lembar, bukan per lot.

Berapa modal untuk 1 lot? Jaraknya 240 kali lipat

Ini harga penutupan 28 Oktober 2026 dan modal per 1 lot-nya (data teknikal.id):

  • GOTO Rp24 → Rp2.400 per lot
  • BUKA Rp101 → Rp10.100 per lot
  • BLES Rp214 → Rp21.400 per lot
  • KLBF Rp735 → Rp73.500 per lot
  • AMRT Rp1.020 → Rp102.000 per lot
  • UNVR Rp1.405 → Rp140.500 per lot
  • EXCL Rp1.690 → Rp169.000 per lot
  • BBRI Rp2.920 → Rp292.000 per lot
  • BMRI Rp3.840 → Rp384.000 per lot
  • ASII Rp5.000 → Rp500.000 per lot
  • BBCA Rp5.275 → Rp527.500 per lot
  • ICBP Rp5.775 → Rp577.500 per lot

Jarak termurah dan termahal di daftar itu 240 kali lipat. Dua pesan praktis dari angka ini. Pertama: modal Rp100 ribu sudah cukup untuk banyak saham — mitos "saham itu butuh jutaan rupiah" tidak lagi benar. Kedua: saham yang "murah" belum tentu mudah dimainkan, karena satu tick-nya besar secara persentase — ini kita bedah di bagian fraksi. Kalau Anda baru mau mulai, panduan lengkapnya ada di artikel cara beli saham pertama kali untuk pemula.

Fraksi harga: kenapa saham tidak bisa naik Rp7 saja

Anda tidak bisa memasang order beli di harga sembarang. Harga bid/offer harus kelipatan fraksi harga (tick size) yang ditetapkan BEI lewat Keputusan Direksi Nomor II-A Kep-00196/BEI/12-2024:

  • Harga di bawah Rp200 → fraksi Rp1 (contoh: GOTO Rp24)
  • Rp200 sampai di bawah Rp500 → fraksi Rp2 (contoh: BLES Rp214)
  • Rp500 sampai di bawah Rp2.000 → fraksi Rp5 (contoh: KLBF Rp735, EXCL Rp1.690)
  • Rp2.000 sampai di bawah Rp5.000 → fraksi Rp10 (contoh: BBRI Rp2.920)
  • Rp5.000 ke atas → fraksi Rp25 (contoh: BBCA Rp5.275, ICBP Rp5.775)

Perhatikan harga-harga di atas: Rp1.690 kelipatan 5, Rp2.920 kelipatan 10, Rp5.275 kelipatan 25. Bukan kebetulan — itulah satu-satunya harga yang sah. Order Rp2.927 akan langsung ditolak JATS, mesin pencocokan order BEI.

Konsekuensinya paling terasa di saham murah. GOTO di Rp24 hanya bisa naik ke Rp25 — satu tick, tapi itu +4,17% dalam satu langkah. Bandingkan BBCA di Rp5.275: satu tick ke Rp5.300 hanya +0,47%. Inilah alasan struktural kenapa saham di bawah Rp200 bergerak lebih liar secara persentase — dan kenapa golden cross di saham gorengan sering menipu: pergerakan besarnya bisa tercipta dari sedikit tick saja.

Dua catatan teknis: fraksi yang berlaku ditetapkan satu hari penuh berdasarkan harga penutupan sebelumnya, lalu disesuaikan keesokan harinya bila harga pindah band. Dan pergerakan harian dibatasi auto rejection — untuk saham band Rp200–Rp5.000, batasnya +25% (ARA) dan −15% (ARB) per hari. BBRI di Rp2.920, misalnya, mentok harian di sekitar Rp3.650 (ARA) dan Rp2.482 (ARB). Aturan lengkapnya dibahas di artikel auto reject, ARA, ARB, dan trading halt.

Biaya transaksi: kenapa jual di harga beli tetap rugi

Tarif umum broker online di Indonesia: beli 0,15%, jual 0,25% dari nilai transaksi — sudah termasuk levy BEI/KPEI/KSEI, PPN atas biaya broker, dan PPh final 0,1% yang dipotong saat menjual. Angka persisnya beda-beda tipis antar broker; beberapa broker juga memasang biaya minimum per order, jadi untuk transaksi kecil persentase riilnya bisa lebih tinggi — cek halaman resmi biaya broker Anda.

Sekarang simulasi riil dengan BBRI Rp2.920 (1 lot):

  • Beli: nilai Rp292.000 + fee 0,15% (Rp438) = Rp292.438 keluar
  • Jual di harga yang sama (Rp2.920): nilai Rp292.000 − fee 0,25% (Rp730) = Rp291.270 masuk
  • Selisih: rugi Rp1.168 (0,40%) padahal harga tidak bergerak sama sekali

Harga jual berapa supaya impas? Rp2.930 belum cukup (masih rugi tipis). Baru di Rp2.940 — dua tick, naik 0,68% — Anda mulai untung bersih sekitar Rp827. Inilah matematika yang jarang dihitung pemula: pergerakan di bawah 0,5% praktis habis hanya untuk membayar biaya. Makin sering bolak-balik, makin banyak Rp1.168 semacam ini yang terbakar — dan ini juga alasan swing trade beberapa hari ke beberapa minggu biasanya lebih masuk akal daripada trade intraharian untuk pemula. Detail transaksi besar juga kena e-Meterai Rp10.000 bila nilai transaksi harian Anda melebihi Rp10 juta.

Praktis: gabungkan lot, fraksi, dan biaya di teknikal.id

Semua mekanik di atas bermuara di satu kebiasaan: cek harga live dan hitung dulu sebelum order.

  • Di screener /stocks Anda lihat harga terkini semua saham — kalikan 100 untuk modal per lot, dan ingat band fraksinya.
  • Di halaman analisa tiap saham, konsep oversold dan golden cross memberi konteks kapan biasanya orang masuk — Anda yang menentukan berapa lot sesuai modal dan batas risiko.
  • Masih ragu dengan hitungan tick dan biaya? Latihan di paper trading: dana virtual, mekanik pasar tetap sama, biaya riil nol.
  • Di Koran Saham Live /pasar terlihat mana saham yang ramai diperdagangkan — 28 Oktober lalu BBRI berpindah tangan 317,9 juta lembar dan GOTO 5,3 miliar lembar, dua contoh likuiditas yang jauh berbeda dari saham yang sehari hanya ribuan lembar.

Pesan kunci

  • 1 lot = 100 lembar (sejak 2014, masih berlaku). Modal per lot = harga × 100 — dari Rp2.400 (GOTO) hingga Rp577.500 (ICBP) pada 28 Oktober 2026.
  • Harga sah hanya kelipatan fraksi Rp1/Rp2/Rp5/Rp10/Rp25 sesuai band — order di luar kelipatan ditolak JATS.
  • Satu tick di saham murah = persentase besar (+4,17% untuk GOTO dari Rp24 ke Rp25) — saham murah itu volatil secara struktural, bukan "aman karena murah".
  • Round-trip biaya ≈ 0,40% — jual di harga beli tetap rugi; BBRI baru impas setelah naik dua tick ke Rp2.940.
  • Hitung dulu, order kemudian: harga live di screener, latihan tanpa biaya di paper trading.

Artikel ini bersifat edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual efek tertentu. Data harga per 28 Oktober 2026 dari teknikal.id; kebijakan fraksi dan biaya dapat berubah — selalu rujuk situs resmi BEI dan broker Anda.

Contoh Live: GOTO

Neutral

GoTo Gojek Tokopedia

Sinyal teknikal masih berimbang — RSI di zona oversold, MACD positif, harga di bawah SMA50. Tunggu konfirmasi sebelum mengambil posisi.

RSI (14): oversold — potensi terjual berlebih (sering mendahului rebound).

GOTO bergerak relatif datar hari ini, didorong sinyal bullish (dari netral).

Lihat analisa teknikal GOTO lengkap

Saham Terkait

Terapkan Ilmu Ini

Gunakan Screener untuk menemukan Saham RSI Oversold berdasarkan indikator yang dibahas di artikel ini.

Buka Screener: Saham RSI Oversold

Terapkan yang Anda pelajari

Gunakan Screener TeknikalID untuk menemukan saham berdasarkan indikator yang dibahas di artikel ini.