Skip to content

Cara Menggunakan Screener Saham Gratis: Panduan Lengkap untuk Pemula

T
Tim TeknikalID
30 Agustus 20265 menit baca
screener sahampemulaanalisis sahamstrategi investasi
Bagikan

Bursa Efek Indonesia (IDX) kini memiliki lebih dari 900 emiten tercatat. Membuka satu per satu grafik dan laporan keuangan sebanyak itu jelas mustahil dilakukan secara manual — itulah alasan utama mengapa screener saham menjadi alat wajib bagi trader dan investor modern. Screener menyaring ratusan emiten menjadi daftar kecil yang sesuai kriteria Anda, cukup dalam hitungan detik, tanpa biaya sepeser pun. Panduan ini menjelaskan cara menggunakan screener saham gratis, filter apa saja yang perlu dipahami, dan strategi penyaringan untuk berbagai tujuan investasi.

Apa Itu Screener Saham?

Screener saham adalah alat filter otomatis yang menyaring seluruh saham di bursa berdasarkan kriteria tertentu. Anda menetapkan syarat — misalnya "PER di bawah 10" atau "harga di atas moving average 200 hari" — lalu screener menampilkan semua emiten yang memenuhi syarat tersebut.

Analoginya seperti menyaring pasir: dari ratusan kilogram material, alat saring hanya mengeluarkan butiran dengan ukuran yang Anda inginkan. Bedanya, screener saham bekerja pada data pasar yang diperbarui setiap hari, mencakup harga, volume, indikator teknikal, hingga rasio fundamental dari laporan keuangan emiten.

Kenapa Pemula Wajib Menggunakan Screener?

Banyak pemula memilih saham berdasarkan forum, grup chat, atau rekomendasi tema yang sedang viral. Cara ini berisiko tinggi karena Anda membeli tanpa proses seleksi sendiri. Screener membalik prosesnya: Anda yang menentukan kriteria, pasar yang menunjukkan siapa yang lolos.

Manfaat utamanya:

  • Obyektif. Kriteria numerik menghilangkan bias dan emosi dari proses seleksi.
  • Hemat waktu. Ratusan emiten tersaring dalam hitungan detik, bukan berhari-hari.
  • Konsisten. Strategi yang sama bisa Anda jalankan setiap hari, minggu, atau bulan.
  • Menemukan kandidat yang terlewat. Saham bagus dengan grafik sepi sering tidak dibahas media, tapi tetap muncul di hasil screener.

Filter Fundamental yang Wajib Dipahami

Kapitalisasi Pasar

Market cap mengukur besar tidaknya sebuah emiten. Saham big cap (di atas Rp 50 triliun) umumnya lebih stabil; saham small cap lebih fluktuatif namun berpotensi tumbuh lebih cepat. Pemula disarankan memulai dari emiten besar karena likuiditasnya tinggi dan risiko manipulasi harganya lebih rendah.

Likuiditas dan Nilai Transaksi

Ini filter keselamatan paling penting. Saham dengan nilai transaksi harian kecil sulit dijual kembali tanpa menekan harga (risiko terjebak). Sebagai patokan umum, pilih emiten dengan rata-rata nilai transaksi minimal puluhan miliar rupiah per hari agar mudah masuk dan keluar posisi.

PER, PBV, dan ROE

  • PER (Price to Earning Ratio) — seberapa mahal harga saham dibanding laba per saham. PER rendah relatif terhadap rata-rata sektoral bisa menandakan saham murah.
  • PBV (Price to Book Value) — perbandingan harga saham dengan nilai bukunya. PBV di bawah 1 berarti Anda membayar di bawah nilai aset bersih emiten.
  • ROE (Return on Equity) — seberapa efisien emiten menghasilkan laba dari modal sendiri. ROE di atas 10–15% secara konsisten menandakan bisnis yang sehat.

Kombinasi klasik pencari saham murah berkualitas: PER wajar + PBV rendah + ROE tinggi.

Filter Teknikal untuk Menangkap Momentum

Selain fundamental, screener juga menyaring kondisi grafik harga:

  • Moving Average. Harga di atas MA 50 atau MA 200 menandakan tren naik jangka menengah hingga panjang.
  • RSI. RSI di bawah 30 menandakan kondisi oversold — sering menjadi area menarik bagi kontrarian. RSI di atas 70 menandakan overbought yang perlu diwaspadai.
  • Golden Cross. MA 20 memotong ke atas MA 50 atau MA 50 memotong ke atas MA 200 adalah sinyal klasik penguatan tren.
  • Volume. Lonjakan volume disertai kenaikan harga menandakan minat beli yang nyata, bukan sekadar pergerakan tipis.

Trader jangka pendek biasanya menggabungkan filter teknikal dengan likuiditas tinggi; investor jangka panjang lebih berfokus pada filter fundamental.

Strategi Screening untuk Tiga Tujuan Berbeda

1. Mencari Saham Undervalue

Set filter: PER di bawah rata-rata sektor, PBV di bawah 1,5, ROE di atas 12%, dan utang wajar. Hasilnya adalah daftar kandidat investasi value yang layak diteliti lebih dalam.

2. Menangkap Saham Momentum

Set filter: harga di atas MA 50, RSI 50–70 (kuat tapi belum overbought), volume naik di atas rata-rata 20 hari, dan nilai transaksi besar. Cocok untuk swing trading beberapa hari hingga beberapa minggu.

3. Mencari Saham Dividen

Set filter: payout ratio stabil, ROE tinggi, arus kas operasi positif, dan riwayat pembagian dividen rutin. Saham seperti ini cocok untuk passive income jangka panjang.

Kesalahan Umum Saat Menggunakan Screener

  1. Terlalu banyak filter sekaligus. Mulailah dari 3–4 kriteria; hasil kosong berarti syarat Anda terlalu ketat.
  2. Langsung beli tanpa riset lanjutan. Hasil screener adalah kandidat, bukan rekomendasi final. Selalu baca laporan keuangan, berita emiten, dan kondisi sektor sebelum membeli.
  3. Mengabaikan konteks sektor. PER 8 bisa murah di sektor bank namun biasa di sektor lain. Selalu bandingkan dengan rata-rata sektornya.
  4. Tidak menyimpan strategi. Catat kriteria yang terbukti berhasil agar bisa diulang dan diperbaiki dari waktu ke waktu.

Coba Screener Saham Gratis di TeknikalID

TeknikalID menyediakan screener saham gratis yang terhubung langsung dengan data Bursa Efek Indonesia. Anda bisa menyaring emiten berdasarkan indikator teknikal seperti RSI dan posisi harga terhadap moving average, maupun halaman khusus seperti daftar saham oversold yang diperbarui setiap hari.

Alurnya sederhana: buka halaman screener, pilih kriteria sesuai strategi Anda, lihat daftar saham yang lolos, lalu buka halaman detail masing-masing emiten untuk analisa teknikal lengkap — mulai dari grafik harga, indikator, hingga ringkasan sinyal. Semua tanpa biaya dan tanpa perlu unduh aplikasi tambahan.

Penutup

Screener saham bukan bola ajaib yang otomatis menghasilkan untung — ia adalah alat untuk mempersempit medan pencarian secara disiplin dan obyektif. Mulailah dengan filter sederhana, pahami makna setiap kriteria, dan jadikan hasilnya titik awal riset, bukan keputusan akhir. Dengan kebiasaan ini, Anda membangun proses seleksi saham yang jauh lebih matang daripada sekadar mengikuti rekomendasi orang lain.

Terapkan Ilmu Ini

Gunakan Screener untuk menemukan Saham RSI Oversold berdasarkan indikator yang dibahas di artikel ini.

Buka Screener: Saham RSI Oversold

Terapkan yang Anda pelajari

Gunakan Screener TeknikalID untuk menemukan saham berdasarkan indikator yang dibahas di artikel ini.