Skip to content

Analis Sore 28 Okt: Rebound Tipis IHSG, Sorotan AADI, DMAS, dan PWON

T
Diproduksi oleh sistem TeknikalIDData terakhir: 28 Okt 2026 · Sumber: Yahoo Finance
28 Oktober 20263 menit baca
AADI.JK
Bagikan

Pembuka: pulih tipis, selektif

IHSG ditutup di 5.282,31 hari ini, naik 16,18 poin (+0,31%) — pemulihan tipis setelah sesi kemarin yang anjlok hampir 2%. Kenaikannya tidak merata: di banyak saham besar volume justru menipis. Di pasar yang masih hati-hati begini, scanner deterministik teknikal.id menyoroti tiga nama dengan sinyal berlapis — fundamental, teknikal, dan aliran dana. Saham gorengan otomatis terkecuali dari proses ini.

AADI — Adaro Andalan Indonesia

Harga Rp11.650 (−0,43%) · PER 6,6x · PBV 1,63 · Kapitalisasi ±Rp90,7 T · RSI 55

Data teknikal.id menunjukkan AADI mencatat cross EMA bullish baru pada 27 Oktober — golden cross paling segar di papan besar — dengan skor sinyal 0,56. Harga bertahan di atas rata-rata 20 hari (Rp11.411) sekaligus 50 hari (Rp11.210). Fundamentalnya tidak mahal untuk emiten batu bara kapitalisasi Rp90 triliun: PER 6,6x dengan yield dividen trailing 8,69%.

Katalisnya berlapis: dana segar dari divestasi tambang Kestrel membuka ruang dividen besar — pasar membicarakan kisaran Rp2.550 per saham menurut Sucor Sekuritas, meski belum diumumkan resmi — ditambah rencana buyback hingga Rp5 triliun dan harga batu bara dunia yang menembus US$150/ton, tertinggi sejak 2023.

Risiko: volume hari ini turun 66% — pembeli menipis justru setelah cross terbentuk; angka dividen masih rumor sampai manajemen mengumumkan; dan kinerja sangat sensitif terhadap harga batu bara termal.

DMAS — Puradelta Lestari

Harga Rp210 (+2,94%) · PER 6,5x · Volume +61,5%

DMAS adalah satu-satunya kandidat hari ini yang naik harga sekaligus naik volume — yang lain justru menipis. Alasannya fundamental: laba bersih sembilan bulan 2026 mencapai Rp1,49 triliun, naik 284%, ditopang penjualan lahan industri ke sektor data center — Microsoft Operations Indonesia saja Rp796 miliar. Perseroan tanpa utang dengan kas Rp1,8 triliun. Dividen interim Rp29 per lembar (total Rp1,4 triliun) kini memasuki tahap kritis: cum date hari ini, ex-dividen besok 29 Oktober, pembayaran 13 November — sekitar 13,8% terhadap harga saat ini. Teknikal ikut mendukung: skor sinyal 0,56, RSI 60, harga di atas SMA20 (Rp190) dan SMA50 (Rp188).

Risiko: pendapatan penjualan lahan bersifat episodik — PER 6,5x murah sebagian karena lonjakan satu kali; ex-dividen besok berarti harga akan terkoreksi mekanis sebesar nilai dividen; dan volume naik bisa berarti sebagian pembeli cum-hunter yang lepas setelahnya.

PWON — Pakuwon Jati

Harga Rp290 (−1,36%) · PER 6,3x · Net beli asing 7 hari ±Rp29 miliar

PWON hadir di daftar tanpa katalis berita baru yang spesifik — ceritanya murni aliran dana. Data foreign flow teknikal.id menunjukkan akumulasi asing 7 hari terbesar di papan (+0,10 miliar lembar, sekitar Rp29 miliar pada harga kini), dengan RSI 59 dan struktur tren naik: SMA20 (Rp273) di atas SMA50 (Rp271). Emiten properti ritel-mal ini diperdagangkan di PER 6,3x.

Risiko: harga justru turun tipis hari ini — akumulasi asing belum diikuti pasar lokal; net buy Rp29 miliar adalah data arus, bukan jaminan arah; sektor properti tetap sensitif terhadap suku bunga.

Penutup

Hari ini pasar memilih pulih secara selektif, bukan merata. AADI menawarkan katalis korporasi paling gemuk (dividen pasca-Kestrel + buyback), DMAS membawa laba riil terbesar dengan dividen ex besok, dan PWON adalah taruhan pada tangan asing. Ketiganya punya risiko yang sama jelasnya dengan alasannya.


Disclaimer: Bukan rekomendasi beli/jual — edukasi analisis berbasis data teknikal.id. Selisih harga, risiko likuiditas, dan keputusan investasi sepenuhnya tanggung jawab masing-masing investor.

📊 Pantau pergerakan pasar real-time di radar saham IDX — harga live, sinyal golden cross, dan screener gratis.

Cek Chart & Sinyal Teknikal

Pantau pergerakan harga real-time, RSI, MACD, dan sinyal trading langsung dari halaman saham TeknikalID.