Rekap sesi Senin (21 September): pasar ditutup dengan tekanan tipis. Dari 866 saham aktif yang tercatat di database kami, 369 turun vs 291 naik, 206 stagnan. Bank big cap masih jadi sumber tekanan: BBCA -1,19% ke Rp6.225 dan BBRI -0,30% ke Rp3.300 — BBRI bahkan masih berlabel Bearish di screener kami. Sementara BYAN yang Jumat lalu meledak 20% akhirnya di-profit-taking ke Rp13.125 (-5,07%), persis seperti warning brief kemarin.
Movers Senin (non-gorengan, nilai transaksi ≥ Rp5 miliar)
- COIN +12,58% ke Rp850 — nilai transaksi Rp152,7 miliar, terbesar di papan movers hari ini (Indokripto Koin Semesta).
- TRIN +11,73% ke Rp400 (Perintis Triniti Properti) dan IRSX +9,13% ke Rp454 (teknologi).
- Energi-maritim jadi magnet: GTSI +8,84% ke Rp160, HUMI +7,87%, TCPI +7,24%, BIPI +7,14% — rotasi ke sektor ini terlihat jelas dari daftar gainers likuid.
- Pelemah terdalam: FORU -14,95%, JARR -10,28%, FPNI -10,00%.
Sinyal screener aktif (data 21 September)
- 87 golden cross aktif vs 75 death cross (saham non-gorengan) — selisih tipis, pasar belum satu arah. Lihat semua di halaman golden cross.
- Sinyal baru Senin: hanya satu golden cross segar — INAI (Indal Aluminium Industry), close Rp184 (+1,1% dari Rp182), RSI 65, masih di bawah area overbought. Satu-satunya death cross baru: MTLA.
- 26 saham oversold (RSI < 30) — membludak dibanding minggu lalu. Yang menonjol: BRIS RSI 20,9, LPKR 20,8, MNCN 22,0, ADHI 18,7. Daftar lengkap di halaman saham oversold.
Watchlist untuk sesi Selasa 22 September
| Saham | Alasan teknikal 1 baris |
|---|---|
| INAI | Golden cross segar 21 Sep, RSI 65 — belum overbought |
| COIN | Momentum +12,58% dengan nilai transaksi terbesar, watch breakout |
| GTSI | Naik 8,84% tapi RSI masih 46 — ruang ke atas terbuka |
| BRIS | RSI 20,9 oversold — kandidat rebound teknikal |
| LPKR | RSI 20,8 oversold, dekat support jangka panjang |
Preset screener sinyal di atas bisa kamu replikasi langsung di screener teknikal.id — simpan preset-nya gratis dengan buat akun.
Analisis ini berbasis data teknikal internal teknikal.id per 21 September 2026 (harga close, RSI, SMA cross, non-gorengan) — bukan rekomendasi beli/jual. Keputusan investasi tetap tanggung jawab masing-masing.