Rekap Sesi Kamis, 1 Oktober: Breadth Memburuk Lagi
Sesi Kamis (1 Oktober) ditutup dengan tekanan jual yang lebih lebar dari Rabu. Dari 866 saham aktif yang terpantau di database teknikal.id, hanya 215 saham naik vs 466 turun — melemah dibanding Rabu (30 September) yang tercatat 323 naik vs 367 turun.
Proxy indeks bergerak merah: BBCA turun 1,23% ke Rp6.000 dan BBRI turun 1,27% ke Rp3.100. BMRI bertahan di Rp4.010, sementara BBNI menguat tipis 0,59% ke Rp3.410 — bank pelat merah jadi penyangga tipis di tengah dominasi penjual.
GOTO: Volume Pecah 7,7 Miliar Lembar
GOTO kembali jadi pusat perhatian, tapi kali ini ceritanya bukan sekadar harga: volumenya meledak.
- Harga ditutup di Rp28, turun 12,5% — sesi keempat merah berturut-turut: 43 → 37 → 32 → 28, atau sekitar -44% dari Rp50 pada 25 September.
- Volume mencapai 7,73 miliar lembar, sekitar 9x lipat dari Rabu (857 juta lembar) — tertinggi sedikitnya sebulan terakhir dan nomor satu di seluruh bursa hari itu, hampir 4x lipat BUMI di posisi kedua (1,95 miliar lembar).
- Nilai transaksinya sekitar Rp216 miliar.
Harga turun dalam + volume memuncak adalah pola klasik fase kapitulasi: pemegang menyerah dan menjual massal. Secara historis fase seperti ini kerap mendekati dasar jangka pendek, tapi konfirmasinya butuh satu hal — sesi pembelian besar (bounce dengan volume tinggi), bukan sekadar hari hijau tipis. Untuk konteks dua sesi sebelumnya, baca brief 30 September dan brief 29 September.
Movers Lain yang Menonjol Kamis
- COCO +13,3% ke Rp111 dengan nilai transaksi Rp56,6 miliar — likuiditas nyata, bukan sekadar uptick tipis.
- GEMS +12,4% ke Rp8.150 (Rp10,7 miliar) — saham batu bara paling mencolok di pasar merah.
- Sisi turun: PACK -9,7% ke Rp474 dengan nilai Rp182 miliar — salah satu yang paling aktif diperdagangkan di sisi penjual, plus ARKO -9,6% ke Rp3.000 (Rp26 miliar).
Sinyal Screener Aktif (data 1 Oktober)
Di balik pasar merah, screener mencatat 131 saham berlabel golden cross vs 51 death cross. Highlight:
- Golden cross segar (SMA20 menembus SMA50 tepat Kamis, non-gorengan): SMDR dengan skor sinyal tertinggi 0,54 (close Rp396, +1,5%, RSI 67), disusul GWSA dan HELI. Lihat daftar lengkapnya di halaman golden cross.
- Oversold non-gorengan (RSI < 30): GGRM RSI 28,4 (harga Rp16.575, masih di bawah SMA20 di kisaran Rp18.229) dan MERK RSI 25,5.
- Bias EMA12/26 pasar masih negatif: 560 saham bearish vs 304 bullish.
Watchlist Jumat, 2 Oktober — untuk Diwatch
| Ticker | Alasan teknikal |
|---|---|
| SMDR | Golden cross segar 1 Okt + close di atas SMA20 — momentum konfirmasi |
| GGRM | RSI 28,4 oversold; tunggu konfirmasi pembalikan di atas SMA20 |
| MERK | RSI 25,5 — wilayah jenuh jual, rawan teknikal bounce |
| GEMS | Melesat 12,4% di pasar merah; uji keberlanjutan momentum |
Ingin notifikasi sinyal seperti golden cross SMDR langsung tiap hari? Simpan preset screener gratis atau buat akun di teknikal.id.
Artikel ini bersifat edukatif dan bersumber dari data teknikal.id per 1 Oktober 2026 — bukan rekomendasi beli atau jual. Keputusan investasi tetap riset dan tanggung jawab masing-masing.