Rekap Sesi Kamis 8 Oktober: Merah Melar
Tekanan jual di bursa Indonesia memburuk pada sesi Kamis 8 Oktober. Dari 866 saham dengan data harga lengkap di database kami, 514 saham turun, hanya 182 naik, dan 170 stagnan — melebar dari sesi Rabu 7 Oktober yang tercatat 386 turun vs 276 naik. Ini hari kedua berturut-turut dominasi penjual, dan kali ini menyeret saham perbankan besar.
Proksi indeks via bank blue chip: BBCA ditutup Rp6.000 (-0,83%), sementara BBRI terkoreksi jauh lebih dalam ke Rp3.030 (-3,50%) — melanjutkan pelemahan yang sudah kita bahas di analisa death cross EMA BBRI kemarin. BMRI -2,44% ke Rp4.000 dan BBNI -0,87% ke Rp3.410. Di luar bank, AMMN anjlok -6,40% ke Rp4.240 dan UNTR -3,94% ke Rp24.350. TLKM ikut terkoreksi -2,16% ke Rp2.260 — rotasi berbalik dari penguatan TOWR sesi sebelumnya yang kita liput di brief 8 Oktober.
Yang Bertahan Hijau
Di tengah merahnya papan, saham defensif dan konsumer justru menguat: KLBF +2,65% ke Rp775, AMRT +2,04% ke Rp1.250, SMGR +1,62% ke Rp1.570, PGAS +1,41% ke Rp1.440, dan ASII +0,42% ke Rp4.800. Pola klasik risk-off: dana berputar ke saham defesif ketika cyclicak ditekan.
Top Movers Non-Gorengan Kamis 8 Oktober
Penguat teratas (murni dari data screener kami, mengeluarkan saham gorengan):
- SMMT +11,11% ke Rp3.600
- PTSN +9,95% ke Rp420 — disertai sinyal golden cross segar
- ALKA +7,95% ke Rp8.150
- TCPI +7,44% ke Rp1.300
- ULTJ +3,86% ke Rp2.150 dengan volume tebal 40,9 juta lembar
Pelemah teratas:
- JARR -10,50% ke Rp3.070
- SINI -10,45% ke Rp15.000
- CUAN -8,93% ke Rp765 dengan volume raksasa 515 juta lembar
- ARKO -8,90% ke Rp2.560
- PTRO -7,77% ke Rp4.750
Sinyal Screener Aktif per 8 Oktober
Dari sisi sinyal teknikal, pasar justru menarik: screener kami mendeteksi 129 golden cross baru vs 34 death cross pada saham non-gorengan — divergensi yang layak dicermati ketika breadth sedang buruk. Golden cross dengan skor sinyal tertinggi (0,64, Strong Bullish): MBAP, TRIM, POWR, dan PTSN.
Sisi sebaliknya, daftar oversold memanjang. Yang paling mencolok: BRIS terkoreksi -2,91% ke Rp1.335 dengan RSI 14 hari hanya 13,6 — level paling jenuh jual di daftar oversold screener kami saat ini. Yang lain: WIFI RSI 19,2, CTBN RSI 20,5, MKPI RSI 22,0, HEXA RSI 23,4, dan SMRA RSI 23,7.
Watchlist Jumat 9 Oktober
| Ticker | Harga | Alasan teknikal |
|---|---|---|
| BRIS | Rp1.335 | RSI 13,6 — jenuj jual ekstrem, potensi technical rebound bila bertahan di atas support |
| BBRI | Rp3.030 | Death cross EMA aktif, harga dekat terendah 30 hari — pantau apakah support ditahan |
| PTSN | Rp420 | Golden cross segar + skor sinyal 0,64 (Strong Bullish), momentum +9,95% |
| SMRA | Rp236 | RSI 23,7 dengan label Bearish — watch apakah oversold mulai dikunci |
| ULTJ | Rp2.150 | Bertahan hijau +3,86% dengan volume 40,9 jta — akumulasi di tengah pasar merah |
Kesimpulan
Kamis 8 Oktober menegaskan tekanan jual belum reda: 514 saham turun dan bank besar ikut ditekan. Namun divergensi menarik muncul — 129 golden cross baru terbentuk justru saat breadth terburuk minggu ini, dan beberapa besar seperti BRIS sudah sangat jenuh jual. Untuk Jumat 9 Oktober, fokusnya: apakah BRIS dan BBRI menemukan support, dan apakah gelombang golden cross bertahan.
Cek langsung semua sinyal ini gratis di screener saham teknikal.id — simpan preset screener favoritmu atau buat akun gratis agar watchlist tersimpan.
Artikel ini analisa teknikal berbasis data teknikal.id per 8 Oktober 2026, bukan rekomendasi beli atau jual. Keputusan investasi sepenuhnya tanggung jawab Anda.