Rekap sesi Rabu 21 Oktober 2026. Setelah relief rally Selasa, IHSG melanjutkan pemulihan: ditutup di 5.328,36, naik 49,47 poin atau +0,94%. Dua hari berturut-turut hijau menotalkan kenaikan +6,64% dari penutupan Senin 19 Oktober — meski masih sekitar 9% di bawah level penutupan 15 Oktober sebelum koreksi tajam.
Breadth pasar ikut menyeimbang: 384 saham naik vs 328 saham turun (249 stagnan, basis penutupan vs penutupan sebelumnya). Tidak lagi timpang sepihak seperti sesi rebound Selasa — pasar mulai memilah saham berdasarkan kondisinya masing-masing, bukan sekadar panic-buying.
Mover likuid Rabu 21 Oktober
Fokus pada saham likuid (nilai transaksi di atas Rp20 miliar):
| Saham | Close | Perubahan |
|---|---|---|
| DMAS — Puradelta Lestari | 208 | +16,85% |
| BDMN — Bank Danamon | 4.820 | +7,59% |
| AKRA — AKR Corporindo | 1.295 | +7,02% |
| ERAA — Erajaya Swasembada | 570 | +6,54% |
| AALI — Astra Agro Lestari | 8.800 | +6,34% |
| ICBP — Indofood CBP | 6.075 | +5,19% |
DMAS paling mencolok: +16,85% dengan volume 992 juta lembar — terbesar ketiga di bursa setelah BUMI dan GOTO — dengan label sinyal Strong Bullish di screener.
Big-cap ikut menguat tipis: BBCA +1,44% (5.275), BBRI +0,72% (2.810), TLKM +2,91% (2.120), dan ASII +1,33% (4.560). Sementara tekanan jual masih menyisakan saham lapis kedua: SINI -6,99%, BUVA -6,94%, WIFI -6,94%, RATU -6,74%.
Sinyal screener pasca-rebound (data 21 Oktober)
Dari screener teknikal populasi saham non-gorengan:
- Golden cross 144 vs death cross 48 — bertambah dari 127 vs 39 pada sesi Selasa; sinyal bullish jangka menengah terus menumpuk. Rinciannya ada di halaman golden cross.
- 138 saham masih di zona oversold (RSI di bawah 30) dan 65 saham overbought — pemetaan lengkapnya di halaman oversold.
- Sorotan hari ini: BRIS dengan RSI terdalam di antara semua saham likuid dan bank mana pun — kami terbitkan analisa khusus BRIS berikut skenarionya.
Kronologi crash dan rebound dua hari ini bisa dibaca ulang di brief Selasa dan brief Rabu.
Watchlist Kamis 22 Oktober — untuk diwatch, bukan sinyal beli
| Saham | Alasan teknikal (1 baris) |
|---|---|
| BRIS | RSI terdalam di bursa likuid (13,5); volume 6,5x rata-rata — lihat analisa penuhnya |
| DMAS | +16,85% dengan volume 992 juta lembar; waspada profit-taking setelah lonjakan |
| AKRA | Tutup +7,02% dengan label Bullish; momentum menguat tanpa overheat |
| TLKM | +2,91% dengan nilai transaksi Rp705 miliar — big-cap non-bank paling aktif |
| BBTN | +4,44% mengikuti gelombang rebound perbankan |
Sudah punya trading plan untuk volatilitas dua arah seperti ini? Simpan preset screener gratis atau buat akun gratis agar tidak ketinggalan perubahan sinyal harian.
Artikel ini berbasis data teknikal teknikal.id per 21 Oktober 2026 dan bukan rekomendasi beli/jual. Keputusan investasi tetap tanggung jawab masing-masing.