Skip to content

Analis Sore 3 November 2026: IHSG Anjlok 3,78%, Tiga Saham yang Relatif Tahan

T
Diproduksi oleh sistem TeknikalIDData terakhir: 3 Nov 2026 · Sumber: Yahoo Finance
3 November 20264 menit baca
Bagikan

Analis Sore 3 November 2026: IHSG Anjlok 3,78%, Tiga Saham yang Relatif Tahan

IHSG ditutup 4.904,29 pada 3 November 2026, anjlok 192,54 poin atau 3,78% dari 5.096,83 — seluruh 11 sektor merah. Dari scan teknikal.id hari ini, tiga saham menonjol: PRDA ditutup hijau +1,38%, GOTO dibeli asing net 3,98 miliar lembar dalam 7 hari, dan PBID menawarkan dividen 9,14% pada PE 6,7.

Kondisi IHSG: tekanan jual lintas sektor

Rebound tipis Senin (2 November, ditutup 5.096,83) langsung tertelan. Data EOD teknikal.id mencatat IHSG ditutup 4.904,29 pada Selasa 3 November 2026, turun 192,54 poin (−3,78%). Seluruh 11 sektor IDX-IC terkoreksi; sektor barang baku jatuh paling dalam 6%, diikuti energi −4,38% dan transportasi −3,9% (Databoks, 3/11).

Media pasar mencatat tiga pemberat: ancaman penurunan status pasar saham Indonesia oleh MSCI, aksi jual investor asing, dan perubahan komposisi indeks — ditambah tekanan bursa teknologi Asia usai aksi jual saham semikonduktor di Wall Street (informasi.com, 3/11).

Apa kata scanner teknikal.id sore ini

Scan deterministik sore ini menghasilkan 2 kandidat nilai, 8 sinyal EMA cross baru (7 di antaranya bearish — DMAS, INCI, POWR, DUTI, dan lainnya; hanya MPMX bullish pada 2 November), serta 8 saham dengan akumulasi asing 7 hari. Di pasar seburuk ini daftar kandidat memang pendek — dan justru itu yang membuat tiga nama berikut layak dicermati.

1. PRDA — Prodia Widyahusada: hijau di lautan merah

PRDA ditutup Rp3.680, naik 1,38% pada 3 November 2026 (EOD teknikal.id) — pada hari IHSG minus 3,78%.

Kenaikan itu didukung sinyal Menguat dengan skor 0,56 dan fundamental yang seimbang: PE 15,3, PBV 1,37, dividen 4,52%, kapitalisasi Rp3,38 triliun (scan teknikal.id). Volume perdagangan 1,46 juta lembar.

Risikonya: tahan koreksi bukan berarti murah — PE 15,3 masih premium dibanding dua nama lain hari ini. Aliran asing justru tipis net jual lima sesi beruntun, termasuk −0,5 juta lembar hari ini (data ForeignFlow teknikal.id). Tanpa katalis berita baru, dan likuiditas yang tipis membuat harga mudah berayun dua arah.

2. GOTO — dibeli asing justru saat pasar panik

GOTO ditutup Rp24, 0,0% pada 3 November 2026 (EOD teknikal.id) — flat melawan IHSG yang minus 3,78%.

Data menunjukkan net beli investor asing 3,98 miliar lembar dalam 7 hari (28 Oktober–3 November, scan teknikal.id) — setara sekitar Rp95 miliar pada harga Rp24 — termasuk net beli 800,6 juta lembar justru di hari anjlok ini. Volume perdagangan 3,78 miliar lembar, salah satu paling aktif di papan.

Katalisnya segar: RUGS 14 Oktober 2026 menyetujui pembatalan 32 miliar saham treasuri dan buyback lanjutan, yang dinilai analis menjaga manfaat buyback dan menaikkan porsi kepemilikan pemegang saham (Bisnis.com, 3/11). Analis Pluang Maju Sekuritas juga menyarankan akumulasi bertahap (Investor.id, 1/11).

Risikonya: valuasi premium PE 35,4 (scan teknikal.id), aliran asing tidak selalu satu arah — 29 Oktober tercatat net jual 1,12 miliar lembar — dan harga flat di Rp24 belum membuktikan pembalikan arah.

3. PBID — Panca Budi Idaman: dividen 9,14% setelah koreksi

PBID ditutup Rp555, turun 3,48% pada 3 November 2026 (EOD teknikal.id), ikut tertekan sektor barang baku yang terkoreksi 6%.

Alasan tetap masuk radar: kombinasi valuasi dan sinyal — PE 6,7 (paling rendah di antara tiga nama hari ini), PBV 1,42, dividen 9,14%, kapitalisasi Rp4,16 triliun, dengan sinyal Menguat skor 0,56 (scan teknikal.id). Volume 2,74 juta lembar. Koreksi harga membuat yield bagi pembeli baru terlihat lebih menarik — dengan asumsi dividen berulang.

Risikonya jelas: yield 9,14% adalah angka historis, bukan jaminan pembagian berikutnya. Komisaris perusahaan melepas 100 juta lembar saham awal Oktober 2026 (KONTAN, 7/10) — sinyal insider selling yang tidak bisa diabaikan. Dan sinyal indikator "Menguat" bisa berbeda arah dengan harga harian, seperti yang terjadi hari ini.

Penutup

Hari seperti ini memberi pelajaran sederhana: 7 dari 8 sinyal EMA cross baru bearish, dan ketahanan relatif lebih berarti daripada cerita bull market. PRDA unggul di teknikal, GOTO di aliran dana asing, PBID di valuasi — masing-masing dengan risiko yang sudah dipetakan di atas.

Disclaimer: Bukan rekomendasi beli/jual — edukasi analisis berbasis data teknikal.id. Angka harga, sinyal, valuasi, dan aliran dana berasal dari scan deterministik serta EOD teknikal.id per 3 November 2026; konteks berita dari Databoks, Bisnis.com, Investor.id, dan KONTAN. Keputusan investasi sepenuhnya tanggung jawab Anda.

📊 Pantau pergerakan pasar real-time di radar saham IDX — harga live, sinyal golden cross, dan screener gratis.

Cek Chart & Sinyal Teknikal

Pantau pergerakan harga real-time, RSI, MACD, dan sinyal trading langsung dari halaman saham TeknikalID.