Minggu 21–25 September 2026 adalah pekan berat bagi bursa Indonesia. Dari 742 saham aktif non-gorengan yang datanya lengkap, hanya 114 saham yang naik sepanjang pekan, sementara 525 saham turun dan 103 stagnan (dihitung dari harga penutupan Jumat 18 September vs Jumat 25 September; saham gorengan dikecualikan).
Saham big cap tidak luput dari tekanan:
| Saham | Close 18 Sep | Close 25 Sep | Perubahan |
|---|---|---|---|
| BBCA | 6.300 | 6.250 | -0,79% |
| ASII | 4.820 | 4.690 | -2,70% |
| ITMG | 26.700 | 25.500 | -4,49% |
| BBRI | 3.310 | 3.150 | -4,83% |
| TLKM | 2.560 | 2.410 | -5,86% |
BBCA paling tahan (-0,79%), sementara TLKM jadi big cap yang paling terpukul dengan koreksi -5,86%. BBRI dan ITMG juga terkoreksi lebih dari 4% — menariknya, ITMG tetap membawa sinyal Strong Bullish di screener teknikal.id dengan skor 0,64, contoh klasik pullback di tengah tren jangka panjang yang belum rusak.
Pemenang Pekan: UNSP Meledak 63%
Di tengah laut merah, lima saham ini justru mencetak kenaikan terbesar (volume perdagangan pekan minimal 20 juta lembar, non-gorengan):
| Saham | Sektor | Close 18 Sep | Close 25 Sep | Perubahan |
|---|---|---|---|---|
| UNSP | Konsumer Non-Siklikus | 206 | 336 | +63,11% |
| FLMC | Konsumer Non-Siklikus | 95 | 138 | +45,26% |
| PKPK | Energi | 4.300 | 5.575 | +29,65% |
| MEJA | Konsumer Siklikus | 112 | 143 | +27,68% |
| PCAR | Konsumer Non-Siklikus | 44 | 56 | +27,27% |
Pola yang menonjol: konsumer non-siklikus mendominasi daftar pemenang — emiten sawit dan makanan-minuman jadi tempat berlindung saat indeks tertekan.
Yang Paling Terpukul: Media dan Grup MNC
| Saham | Close 18 Sep | Close 25 Sep | Perubahan |
|---|---|---|---|
| MSIN | 290 | 200 | -31,03% |
| KPIG | 68 | 50 | -26,47% |
| BMTR | 115 | 86 | -25,22% |
| JGLE | 72 | 54 | -25,00% |
| COCO | 133 | 102 | -23,31% |
Daftar ini konsisten dengan brief Jumat yang mencatat grup MNC rontok saat 484 saham turun dalam satu sesi. MSIN menjadi saham terlemah pekan ini dengan koreksi -31,03%.
28 Golden Cross Baru di Tengah Pasar Merah
Sinyal screener justru lebih menarik dari penampilan indeks: sepanjang pekan ini 9 saham non-gorengan mencetak golden cross segar (SMA50 memotong ke atas SMA200), melawan 2 death cross. Beberapa nama beserta tanggal sinyalnya:
- INAI — golden cross 21 September
- ARII — golden cross 22 September
- MAPA — golden cross 22 September
- JARR — golden cross 23 September
- PTBA — golden cross 23 September
Di sisi lain, 63 saham kini berstatus oversold (RSI di bawah 30) — termasuk BBSI dengan RSI 28. Pasar yang jatuh selebar ini biasanya menyimpan kandidat bouncing, tapi oversold bukan alasan beli sendirian — selalu tunggu konfirmasi.
Kronologi Pekan via Brief Harian
- Senin 21 Sep — Rebound kandas, BYAN meledak 20%
- Selasa 22 Sep — 369 saham turun, INAI golden cross
- Rabu 23 Sep — 552 saham turun, BSSR meledak 11%
- Kamis 24 Sep — 461 saham naik, MDKA +8,8%
- Jumat 25 Sep — 484 saham turun, grup MNC rontok
Pola pekan ini: dua kali percobaan rebound (Selasa-Kamis) sama-sama gagal bertahan — pasar tutup pekan masih di bawah tekanan distribusi.
Watchlist Senin
- Breadth 114 vs 525 — apakah rasio naik/turun mulai membaik, atau tekanan berlanjut? Pantau halaman screener.
- Saham golden cross segar (INAI, ARII, MAPA, JARR, PTBA) — apakah sinyalnya bertahan di atas SMA 50?
- Kandidat oversold bounce dari 63 saham RSI < 30 — cari yang mulai mencetak volume spike sebagai konfirmasi minat beli.
- Big cap bank (BBCA -0,79% vs BBRI -4,83%) — seberapa dalam koreksi bank menular ke indeks.
Simpan preset screener golden cross dan oversold gratis di teknikal.id atau buat akun agar watchlist kamu tidak hilang.
Artikel ini berbasis data harga dan indikator internal teknikal.id per 25 September 2026 (saham gorengan dikecualikan). Bukan rekomendasi beli atau jual — keputusan investasi tetap tanggung jawab masing-masing.