Skip to content

Rekap Mingguan IHSG 2-6 November: Turun 3,78% Lalu Rebound ke 5.050

T
Diproduksi oleh sistem TeknikalIDData terakhir: 7 Nov 2026 · Sumber: Yahoo Finance
7 November 20263 menit baca
IHSGrekap pasarrekap mingguan
Bagikan

Minggu 2-6 November 2026 jadi pekan uji nyali investor ritel: IHSG dibuka stabil di 5.097 hari Senin, anjlok 3,78% ke 4.904 hari Selasa — terdalam sejak gelombang koreksi akhir Oktober — lalu bangkit tiga hari beruntun dan ditutup di 5.050,43 hari Jumat. Dalam sepekan, indeks praktis flat dengan perubahan -0,13% dibanding penutupan 5.057 pada Jumat pekan lalu.

Perjalanan IHSG sepekan

  • Senin 2 Nov: IHSG +0,79% ke 5.097, rotasi ke saham energi (PGAS melesat 8,6%). Rekap lengkap di brief Senin.
  • Selasa 3 Nov: koreksi terdalam, -3,78% ke 4.904,29. Tak kurang dari 241 saham oversold saat pasar panik (brief Selasa).
  • Rabu 4 Nov: rebound tipis +0,32% ke 4.919,77, mayoritas saham masih tertekan (225 naik vs 509 turun).
  • Kamis 5 Nov: ledakan +2,25% ke 5.030,26 ditopang logam dan bank; breadth berbalik positif (506 naik vs 219 turun) — brief Kamis.
  • Jumat 6 Nov: +0,40% ke 5.050,43. Catatan menarik: meski indeks hijau, breadth Jumat kembali negatif (232 naik vs 440 turun) — kenaikan indeks digerakkan saham berkapitalisasi besar, terutama bank.

Proxy perbankan sepekan mengonfirmasi itu: BBCA naik 4,4% (4.980 ke 5.200) dan BBRI naik 0,4% (2.800 ke 2.810). Analis sore Jumat bahkan mencatat akumulasi asing di BBCA.

Top gainers minggu ini (likuid, non-gorengan)

SahamSepekanCatatan teknikal
BREN+17,6% (1.795 ke 2.110)rebound tajam dari area oversold, tapi label masih "Melemah" (RSI 42)
ICBP+15,5% (5.475 ke 6.325)konsumen bertahan jadi tempat berlindung saat pasar goyah
BRIS+14,4% (1.005 ke 1.150)bank syariah ikut terangkat gelombang bank Kamis
UVCR+11,5%label "Menguat", momentum bertahan
MDKA+8,9% (1.855 ke 2.020)meledak +15,8% dalam satu sesi Kamis, lalu terkoreksi Jumat

UNVR (+9,0%) dan PGAS (+8,3%) juga kuat. Perlu jujur dicatat: kenaikan tertinggi pasar sepekan sebenarnya milik TMPO (+57,0% ke 292), namun emiten ini tergolong saham gorengan dalam screener kami sehingga tidak masuk tabel — tipikal pancingan spekulatif, bukan momentum yang bisa dianalisis secara teknikal.

Yang tertekan

Di sisi lain: ASLI -26,6%, SGER -22,3%, BRPT -20,6% (dari 1.070 ke 850, RSI 24,7 = sangat oversold), dan VKTR -17,1%. BRPT menarik di-watch pekan depan: setelah jatuh sedalam itu, muncul bounce teknikal atau justru lanjut lemah — pantau di halaman sahamnya.

Sinyal screener: 21 golden cross, 177 oversold

Dari data kanonik screener teknikal.id per sesi Jumat 6 November: 21 emiten non-gorengan mencetak golden cross dalam 7 sesi terakhir, sementara 177 saham masih oversold (RSI di bawah 30). Kombinasi "banyak oversold + golden cross bertambah" biasanya muncul di fase awal pemulihan — beberapa saham kuat mulai menembus ke atas, sementara mayoritas pasar masih tergeletak. Daftar lengkapnya bisa disaring gratis di screener saham dan halaman golden cross.

Outlook pekan 10-14 November

Tiga hal untuk di-watch: (1) apakah breadth mengikuti indeks — Jumat masih 232 naik vs 440 turun, rally yang hanya digerakkan big caps rawan putus di tengah jalan; (2) nasib saham logam dan bank pendorong rebound Kamis-Jumat; (3) reaksi BRPT dan kandidat bounce dari 177 saham oversold. Jika IHSG bertahan di atas 5.000, struktur higher-low dari bottom 4.904 makin kokoh.

Simpan preset screener Anda gratis dengan membuat akun — notifikasi sinyal golden cross dan oversold langsung ke dashboard Anda.

Disclaimer: Artikel ini adalah rekap data, bukan rekomendasi jual-beli. Semua keputusan investasi sepenuhnya tanggung jawab Anda.

Tanya AI via Telegram

Ingin tahu strategi entry, support-resistance, & dampak berita ini pada BREN?

Tanya langsung ke Agent AI TeknikalID di Telegram — respons instan berbasis data teknikal & fundamental (gratis 3x/hari).

💬 Analisa BREN di Bot

Analisa Saham

Lihat analisa teknikal emiten yang dibahas: BREN, ICBP, BRIS, PGAS

Cek skor sinyal, support-resistance, dan indikator teknikal lengkap tanpa login.

Lihat Analisa Saham